Menilik Ketangguhan Laptop ASUS dan Layanan Purna Jualnya yang Istimewa

Apa yang pertama kali muncul dalam kepala kalian, ketika mendengar kata ‘Laptop Tahan Banting‘ dan ‘Laptop dengan Standar Militer‘? Apakah lantas terbayang sebuah laptop dengan bentuk yang berat, tebal, dan bulky?

Coba visualisasikan kedua kriteria tersebut, dan uji persepsi kita bersama-sama. Kira-kira seperti apa ya, bentuk laptop yang pertama kali muncul dalam imajinasi kita semua?

Apakah sebuah Rugged Laptop seperti ini?

Well, kalau jawabannya ‘Ya’, maka mari kita lakukan toss high five terlebih dahulu. Karena sejujurnya, jawaban tersebut juga telah menjadi top of mind saya selama ini.

Logikanya pun sederhana saja.Namanya barang elektronik semacam laptop, itu pasti rawan banget mengalami kerusakan. Konklusinya, jika ingin dibuat menjadi jauh lebih kuat dan tahan banting, maka case yang membungkusnya harus dibuat menjadi lebih tebal, kuat, dan keras. Sehingga daya tahannya bisa meningkat, meski tentunya harus mengorbankan kepraktisan.

Persis seperti rugged laptop yang kita gambarkan tadi.

Selama bertahun-tahun, saya masih bertahan dengan pola pikir kolot tersebut. Sampai kemudian, sebuah acara di The Kensington Office Tower, Jakarta Utara mengubah persepsi saya selamanya.

Karena untuk pertama kalinya, saya bertemu dengan lini produk laptop ASUS yang punya bentuk tipis, cantik dan elegan selayaknya laptop yang kita gunakan sehari-hari. Tapi daya tahannya di luar nalar! Bener-bener ga masuk akal!

Bayangin aja, laptop seimut dan secantik ini dibanting berkali-kali tanpa ampun. Dan hebatnya, berkali-kali pula ia bertahan tanpa masalah berarti. Kala layarnya dibuka, langsung menyala normal kembali.

Biasa saja, seakan tak terjadi apa-apa.

Bahkan gak cuma itu. Laptop ini diguncang bertubi-tubi, disiram air dari berbagai sisi, dikasih suhu panas melebihi 70 derajat, dan ditempel suhu dingin hingga minus 30 derajat. Semuanya bisa ia libas dengan sempurna, santai dan chill saja.

Dan puncaknya, adalah ketika saya diminta oleh tim ASUS untuk berdiri dua kaki di atas laptop tersebut. Nganu, ini diinjek beneran lho ya.

Jujur, sampai sini menurut saya tim ASUS agak keterlaluan sih. Logikanya dimana coba? Wong bobot saya yang penuh dosa ini sudah menembus angka 90 Kg. Sementara di saat bersamaan, laptop ini beratnya 1 Kg aja nggak sampe.

Ini kan sama aja kayak naikin sapi limosin ke atas sepeda wim cycle. Nggak masuk akal.

Laptopnya saya injek tanpa ampun. Benar-benar tidak laptopiawi.

Eeeeh.. tapi siapa sangka, ternyata laptop ASUS yang sempat saya remehkan ini, justru malah balik menertawakan saya. Karena setelah saya berdiri dan menginjaknya selama beberapa menit, ia ternyata tetap bisa menyala normal dan dioperasikan seperti biasa tanpa ada kendala apa-apa.

Seakan berkata, “Uhuk.. begini doang?”

ASUS dan Lini Laptopnya yang Cantik di Luar, Tangguh di Dalam

Acara yang saya datangi ini memang bukan acara sembarangan. Melalui media gathering bertajuk ASUS Tested Tough Protects Better, ASUS seakan ingin menyampaikan kepada seluruh dunia bahwa lini produk mereka punya kualitas dan durabilitas terbaik di kelasnya.

Berbagai lini laptop yang mereka hadirkan di tanah air, tak cuma dibekali dengan spesifikasi yang mumpuni. Melainkan, juga didesain sedemikian rupa sehingga bisa dijalankan dalam berbagai situasi dan kondisi kerja. Bahkan, yang ekstrim sekalipun.

Barangkali itulah alasannya, mengapaIbu Davina Larissa selaku Country Marketing Manager ASUS Indonesia menyampaikan bahwa ASUS telah menjadi Brand Laptop nomor satu di Indonesia selama 13 tahun berturut-turut sejak 2013.

Apa sih rahasianya ASUS bisa mencapai titik ini?

Well, jawabannya ada di pemaparan oleh Mas Brama Setyadi selaku Head of Public Relation & Digital ASUS Indonesia.

Salah satu alasan utama kenapa konsumen senang dengan laptop ASUS, adalah karena brand ini memang sudah terkenal sebagai produk yang awet, bandel dan tahan banting.

Meski begitu, ASUS sepertinya menolak untuk berpuas diri, dan terus berinovasi agar produk-produk terbarunya kian mumpuni dan terus jadi top of mind di pasar tanah air.

Salah satunya, menerapkan standar militer dengan sertifikasi MIL-STD 810H.

Ini bukan sertifikasi biasa ya. Karena untuk bisa mencapainya, produk-produk ASUS harus melewati 26 skenario uji ketahanan ekstrem selayaknya di lingkungan militer. Mulai dari tes banting, guncangan, panas ekstrim, dingin ekstrim, daaaan masih banyak lagi.

Nah, karena ASUS telah berhasil mencapai sertifikasi tersebut, maka secara logika berbagai kondisi dan penggunaan sehari-hari tentu akan menjadi hal yang terasa biasa-biasa saja. Memangnya seekstrim apa si penggunaan kita?

Laptop gak sengaja keinjek sama bocil? Santai aja, wong laptop ini ditekan beban sampe 100kg aja masih aman kok.

Apa lagi kira-kira skenarionya? Ketumpahan air sama kepokanan yang reseh? Disembunyiin di dalem freezer sama toddler yang iseng? Atau mungkin dilempar dari meja karena istri ngambek pengen seblak?

Tenang ajaa.. semua skenario itu sesungguhnya sangatlah biasa. Nggak ada apa-apanya kalau dihadapkan dengan metode pengujian ASUS dalam upayanya mencapai sertifikasi military grade.

Layanan Aftersles yang Mewah dan Memanjakan Pengguna

Oke, saya percaya kok kalo produknya ASUS itu bagus dan tahan banting. Tapi yang namanya hari apes, kan ga ada di kalender ya. Kalo sewaktu-waktu ada insiden yang bikin laptop kita rusak, gimana?

Nah, disinilah panggung bagi Mas Adrian Pradipta selaku Technical Public Relation ASUS Indonesia untuk menyampaikan materi tentang layanan aftersales dan premium service yang telah disiapkan oleh ASUS sebagai langkah mitigasi.

Pertama, mereka gak hanya memberikan garansi internasional semata. Tetapi juga garansi ADP (Accidental Damage Protection) yang menanggung kerusakan akibat kelalaian pengguna atau kejadian tidak terduga seperti jatuh, terguncang, ketumpahan cairan, dan masih banyak lagi.

Udah gitu, durasi garansi yang disajikan pun nggak main-main. Dimana untuk Lini Premium seperti Zenbook, Vivobook S dan ProArt, itu akan mendapatkan 3 tahun masa garansi. Sementara untuk Lini Gaming & Mainstream seperti VivoBook, ROG, dan TUF akan mendapatkan 2 tahun masa garansi.

Daaan ada kabar menarik menarik lainnya!

Untuk kamu yang bukan golongan kaum mendang mending dan baru saja meminang laptop ASUS dari seri Zenbook, ProArt dan ROG. Selamat! Karena kamu akan mendapatkan ASUS PREMIUM SERVICE.

Sebuah layanan aftersales istimewa dari ASUS yang membuat kamu bakal kian betah dan enggan berpaling ke brand lain.

Pertama, ada layanan Laptop Spa. Dimana laptop kita akan dibersihkan dan dilakukan pengecekan tanpa dikenakan biaya apapun. Ini cocok banget buat kamu yang sering kerja mobile kesana kemari dan terpapar debu. Tinggal bawa aja ke service center untuk request laptop spa. Bisa ditunggu kok!

Kedua, Free Round-Trip Shipping. Ini bermanfaat banget kalau tempat tinggalmu berada di daerah pelosok dan jauh kemana-mana. Dimana nantinya pengiriman produk ASUS bisa dilakukan via ekspedisi dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pihak ASUS.

Dan terakhir, ada Fastlane. Sesuai namanya, layanan ini membuat kamu menjadi selayaknya nasabah prioritas. Dimana kalau kamu datang ke service center ASUS, nomor antrianmu akan didahulukan, dan pengerjaannya pun akan diutamakan.

Nah, mantep banget kan? Makanya, jangan pindah ke lain hati ya. Yuk, mending bergabung bersama keluarga ASUS ajaaa.

Menguji Langsung Ketangguhan Laptop ASUS

Sedari tadi semua yang disampaikan masih dalam bentuk pemaparan ya. Baru teorinya doang nih, belum sampai ke tahap pengujiannya langsung.

Tak mau membuang waktu, pihak ASUS pun langsung mengajak saya dan seluruh rekan-rekan Blogger lainnya untuk berpindah ruangan. Menghampiri satu ruangan khusus yang telah disulap menjadi tempat pengujian Laptop ASUS.

Berbagai skenario telah disiapkan, dan semuanya boleh dilakukan oleh para blogger sendiri. Agar kami semua bisa merasakan gimana experience-nya punya laptop yang badak banget dan siap diajak tempur.

Apa aja tesnya? Yuk, kita kupas satu per satu.

1. Tes Guncangan

Buat sebagian orang, guncangan atau vibration mungkin dianggap sebagai sesautu yang biasa saja. Padahal dalam dunia elektronik, guncangan seperti ini punya efek yang sangat berbahaya. Bisa menyebabkan keretakan dalam solder yang terpasang di dalam, serta membuat mekanisme engsel layar menjadi longgar atau bahkan copot.

Tapi hebatnya ASUS, mereka dengan percaya diri menyimpan laptop di atas sebuah media penggetar. Dimana getaran yang digunakan itu cukup ekstrim, tentunya. Bisa dilihat dari botol di samping laptop yang nampak bergoyang-goyang hebat.

Nah, kepercayaan diri ASUS ini, membuktikan bahwa level kekuatan laptop mereka itu gak cuma berada di body atau engselnya semata. Melainkan sudah ada di level yang lebih dalam, meliputi ke dalam desain arsitektur internalnya.

Dan untuk saya yang kerjanya sering mobile dan membawa laptop kesana kemari di dalam ransel backpack, durabilitas seperti ini tentu akan sangat menunjang untuk keperluan kerja jangka panjang.

2. Tes Beban dan Tekanan

Tes kedua ini jujur agak bikin dengkul saya jadi linu. Karena bayangkan aja, sebuah laptop biasa dengan bobot kurang dari 1 Kg, dipaksa untuk menahan beban dari tumpukan dumbel dengan total bobot 100 Kg.

Dan seperti biasa, pasca mendapat perlakuan yang tak laptopiawi seperti itu, laptop ASUS tetap bisa berfungsi normal tanpa kendala apapun. Padahal kalau laptop yang diuji ini diganti jadi laptop jadul saya, sepertinya sih hasil akhirnya akan berubah jadi Laptop Geprek ya, hahaha.

Kali ini yang naik ke atas laptopnya Mbak Mei (meimoodaema.com)

Kenapa uji bebannya mencapai angka 100 Kg? Salah satunya tentu sebagai simulasi situasi asli, yang terkadang tidak kita sadari. Padahal tekanan yang ditimbulkan cukup besar, dan bikin laptop jadi rusak.

Misalnya, kala berdempet-dempetan di dalam Commuter Line. Dalam situasi yang sudah terlampau padat atau bahkan chaos, para pengguna laptop ASUS tak perlu khawatir. Karena tekanan itu pastilah tak ada apa-apanya dibandingkan pengujian ekstrim seperti ini.

3. Tes Banting / Drop Test

Tes ketiga ini menjadi salah satu yang cukup mendebarkan bagi sebagian besar peserta. Salah satunya Mbak Katerina (travelerien.com), yang ada muncul dalam foto diatas.

Beliau yang ngebanting laptopnya sendiri, beliau yang ketakutan dan panik sendiri, hahaha. Wajar sih, karena dalam situasi normal.. orang kurang kerjaan mana yang akan dengan sengaja membanting laptopnya sendiri?

Tapi menariknya, drop test ini gak cuma dilakukan di atas stage yang ‘kemungkinan’ sedikit lebih empuk. Tim ASUS juga dengan penuh kepercayaan diri, menjatuhkan laptop yang sama di atas lantai keramik yang keras.

Hasilnya tetap sama. Laptopnya tetap menyala, tapi jantung kami semua yang hampir mati, hahahaha.

Meski begitu, bukan berarti laptop ini immortal ya. Karena kala sejenak saya perhatikan beberapa sudut laptopnya, nampak sudah mulai muncul dent alias gompal. Dan ini sangat wajar, karena unit demo ini sudah digunakan selama berhari-hari. Kebayang gak tuh ya, sehari dibanting berapa puluh kali?

Kondisinya yang masih bisa menyala dengan normal, membuktikan bahwa klaim military grade dari ASUS ini bukan sekedar janji manis belaka.

4. Tes Suhu Panas

Kali ini pengujiannya dilakukan di dalam ruangan khusus. Tertutup, sebab akses masuknya dijaga oleh sebuah tirai bening, yang menahan seluruh akses udara keluar. Sementara di dalam, sang Laptop ASUS ditempatkan dalam satu meja bersandingan dengan mesin pemanas.

Dan ketika tubuh saya masuk ke ruangan itu, puaanassssnya bukan main. Bayangin aja, suhunya tembus 80 derajat lho itu! Hanya tinggal beberapa puluh derajat lagi menuju titik didih air.

Dan dalam environment seekstrim itu, Laptopnya tetap bisa digunakan normal seperti biasa. Tombolnya berfungsi, layarnya pun tak bermasalah.

Yang bermasalah adalah saya, yang tidak tahan berlama-lama dan segera menghambur keluar. Nganu, semakin lama saya bertahan di dalam sini, semakin besar pula dorongan untuk mokel nantinya, hahahaha.

5. Tes Suhu Dingin

Suhu panas aman, kalau suhu dingin gimana? Oooh, tentu ini juga ada pengujiannya terpisah yaa. Siapa tau nantinya saya dapet rezeki beli laptop ASUS, terus liburan ke Eropa pas musim dingin. (Tolong diamini ya, plis)

Pengujian disini pun nggak kalah ekstrimnya ya. Karena media es yang digunakan bukan es batu biasa, melainkan kumpulan bongkahan dry ice, yang secara default punya suhu di kisaran minus 30 derajat.

Saking dinginnya, tangan kita bisa iritasi kalau iseng memegang es ini.

Hasil pengujiannya gimana? Exceptional, tentu saja. Dimana saat coba diukur dengan menggunakan thermo gun, suhu di body laptop tetap terjaga di angka normal.

Hanya ada penurunan suhu di beberapa sudut paling tepi dari body, yang tidak berpengaruh atau menembus hingga area dalam berisi komponen. Dan ini tentu hasil yang cukup diluar nalar ya. Karena berarti laptop ASUS ini tetap bisa beroperasi, baik dalam suhu yang panas ekstrim maupun yang dingin ekstrim sekalipun.

6. Tes Cipratan Air / Splash Test

Pengujian terakhir hari ini, adalah dengan menyipratkan air ke area keyboard laptop. Yang merupakan sebuah pengilustrasian dari situasi dimana mungkin kita tidak sengaja menumpahkan makanan dan minuman ke atas Laptop.

Kalau pakai Laptop ASUS, tak perlu khawatir. Karena air yang tumpah barusan, cukup langsung disapukan dan dikeringkan dengan menggunakan tisu biasa saja. Setelah dipastikan sudah kering, maka kita bisa melanjutkan pekerjaan seperti biasa.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa pengujian ini menggunakan media air putih alias air mineral biasa saja. Jika yang tumpahnya merupakan kopi atau minuman sejenis yang mengandung gula, maka sebaiknya segera bawa saja Laptop tersebut ke service center untuk dilakukan pembersihan secara menyeluruh.

Tenang saja, komponen internal sih tetap dijamin aman jaya. Hanya saja, kopi dan sejawatnya itu kan bersifat lengket ya. Jika tidak dibersihkan, dikhawatirkan akan membuat experience mengetik jadi tidak sama lagi. Itu aja sih, masalahnya.

Penutup & Kesimpulan Akhir

Tebak, siapa saja Blogger yang ada di foto ini?

Saya dan teman-teman Blogger lainnya berada di Kenshington Tower sampai waktu menjelang senja. Tidak sampai matahari tergelincir, karena kami harus segera pulang dan bersiap untuk mengejar waktu berbuka puasa.

Dari acara media Gathering bersama ASUS ini, saya belajar banyak tentang value & totalitas. Dimana kehidupan sebagai manusia, kita tidak akan dikenal dari apa yang kita ucapkan atau gembar-gemborkan. Melainkan, dari value apa saja yang kita tunjukkan terhadap sesama manusia.

Dan untuk menggapai apa yang kita cita-citakan, kita harus terus berupaya dengan penuh totalitas. Tekun dan konsisten menjalankannya setiap hari.

Pun begitu dengan ASUS Indonesia. Brand ini menjadi nomor satu di Indonesia selama 13 tahun lamanya, bukan sekedar karena gembar gembor marketing belaka. Melainkan, buah dari segala ketekunan mereka untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan konsumen selama puluhan tahun terakhir.

Oleh karena itu, untuk teman-teman sedang kepikiran untuk mengganti laptop, saya pribadi merekomendasikan laptop ASUS dengan senang hati ya. Brand ini punya lini produk yang lengkap, build quality terbaik dan aftersales yang istimewa. Cocok buat kamu yang lagi cari Laptop untuk kebutuhan jangka panjang.

Dan dari sedikit spill yang saya dengar dari Ibu Davina Larissa, waktu terbaik untuk membeli Laptop ASUS adalah di bulan Maret ini.

Karena yaaa kita semua tau ya, saat ini pasar produk teknologi sedang terkendala kelangkaan Chip dan RAM, imbas dari melesatnya teknologi AI. Menyebabkan kenaikan harga yang signifikan untuk produk-produk baru yang akan dirilis di masa mendatang.

Tapi beruntungnya, kenaikan harga tersebut belum terjadi selama periode Maret ini. Jadi ketimbang uang THR kalian habis untuk berbagai keperluan yang gak jelas, mending investasikan aja buat Laptop ASUS, yang siap menemani apapun jenis pekerjaan kalian.

Yuk, klik ASUS Online Store untuk informasi selengkapnya!

Fajarwalker

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

Post navigation

3 Comments

  • Kalau service laptop bisa ditunggu itu adalah sebuah inovasi yang memudahkan pengguna pastinya, Mas.
    Aku tipe orang yang gak sabaran kalau ada yang trouble sama device, hehe
    Makanya senang nih premium banget service-nya ASUS
    Kemudian soal semua ketahanan yang dilakukan di atas, saya makin percaya gak bakal pindah haluan merk lain karena saya sendiri pun pernah merasakan ketangguhan ini meski untuk suhu panas dan dingin belum waktu itu.
    Aaah… ASUS rek…

  • ouwww karena ini military grade jadi sampe segitunya pengujiannya yaaa menghadapi segala tantangan hidup…baiklahhh…walau saat membacanya saya malah ngeri2 sedap bayangin nya kalo nanti knapa2 tapi ternyata aman saja,,,keren yaaa komponen elektronik sekarang dengan bahan yg seringan itu tapi mampu menyokong hingga bobot 100x nya…
    Noted utk cairan hanya air putih yaa, jika terkena tumpahan yg lain lebih baik langsung bawa ke service centre biar segera ditangani…
    Asus memang gak pernah main2 kalo memberikan produk terbaiknya

  • Aku juga mikirnya gitu saat dengar soal laptop standart militer. Soalnya, aku tuh pernah punya teman yang punya laptop setebal itu saat kuliah.

    ASUS emang nggak main-main inovasinya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *