Tutorial Mengubah Tablet Jadi Layar Kedua

Sebagai seorang pekerja kreatif, bekerja dalam waktu lama di depan laptop merupakan rutinitas standar bagi saya sehari-hari. Dan dalam proses pengerjaan berbagai pekerjaan kreatif ini, biasanya ada banyak aplikasi yang saya buka. Mulai dari Browser Microsoft Edge, WhatsApp, Capcut, AnyType, TickTick, dan keluarga Adobe, tentu saja.

Banyaknya aplikasi yang dibuka dalam sebuah proses editing, ditambah dengan kebutuhan untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, pada akhirnya membuat saya jadi sering merasa overwhelm. Lumayan menguras tenaga lho yaa, kalau harus terus menjaga fokus dan konsentrasi dalam situasi layar kerja yang cuma satu ini.

Lantas solusinya gimana? Yaaa.. tentu saja Second Screen.

Yap, kalau kalian pernah baca tulisan lama saya, setahun lalu saya pernah membeli sebuah monitor second jadul untuk difungsikan sebagai layar kedua. Hasilnya? Wah, tentu luar biasa.

Bekerja dengan dua layar itu rasanya jadi lebih produktif, dan lebih mudah untuk menjaga fokus. Dan pengaplikasiannya pun bervariasi, sesuai kebutuhan dan situasi kerja yang diinginkan.

Saya pribadi sering menggunakan layar laptop untuk menampilkan aplikasi editing yang saya gunakan. Sementara layar kedua, menampilkan Windows Explorer untuk mencari gambar atau dokumen-dokumen lain yang sekiranya perlu ditambahkan.

Dan kalau begini, kerja rasanya efisien si. Gak ribet lagi buat minimize maximize jendela, atau buka tutup aplikasi hanya untuk mengakses resource tambahan di aplikasi editing kita. Tinggal geser aja dari layar kedua ke layar utama. Wis, beres!

Kelemahan Menggunakan Layar Kedua

Tapiii… meskipun second screen ini bisa bikin workflow lebih ngacir dan ngaruh ke produktivitas, tapi sejatinya ada 2 kekurangan yang bisa jadi pertimbangan.

Pertama, second screen ini tentu butuh space yang cukup banyak. Bayangin ya, satu laptop dengan layar 15 inch aja itungannya udah jumbo dan ngabisin banyak lahan di meja kerja. Lha ini, ditambah pulak sama layar LCD tambahan. jadi makin berasa sumpek deh ya di meja kerja.

Dan Kedua, mobilitas saat menggunakan second screen itu cukup terbatas. Karena siapa juga yang mau bawa layar kemana-mana? Ukurannya besar, bulky, dan tentu saja nggak akan muat di tas ransel. Belum lagi perlu colokan tambahan.

Kalo lagi mode WFC alias Work From Cafe, sudah barang tentu kita nggak mungkin menerapkan sistem second screen begini.

Or… maybe there’s another way. Isn’t it?

Mengubah Tablet Jadi Layar Kedua

Kebetulan, kalo perkara gadget, isi tas saya mah cukup lengkap. Laptop, smartphone, dan tablet.. semuanya senantiasa saya bawa kemana-mana. Saya ini pegiat todolist, dan sangat rutin mengaksesnya menggunakan media tablet.

Nah, satu waktu ketika saya sedang mengejar deadline di sebuah pojok cafe, tiba-tiba saya kepikiran sebuah pertanyaan sederhana. “Kira-kira… Bisa gak sih, kalo tablet android yang punya ini, di-convert menjadi second screen di laptop Windows?”

Saya coba cari-cari info…. dan ternyata bisa euy!

Kita cuma butuh sebuah software gratis nan powerful bernama Spacedesk.

Step 1 : Install Spacedesk di Laptop

Langsung aja kunjungi situsnya Spacedesk, yakni www.spacedesk.net. Setelah itu klik menu sebelah kanan dan pilih ‘Download

Kemudian, download installer sesuai versi Windows yang kalian gunakan. Kalau saya, kebetulan masih pakai Windows 10 edisi 64 bit.

Jika sudah, langsung saja buka installer-nya, dan selesaikan semua proses instalasi. (Nganu, cukup klik next next next aja ya)

Setelah proses instalasi selesai, kita akan menemukan sebuah aplikasi baru bernama Spacedesk Console. Langsung buka aja aplikasinya, dan pastikan statusnya sudah ON.

Sekarang, waktunya kita pindah ke tablet..

Step 2 : Install Spacedesk di Android

Kurang lebih langkahnya sama seperti di Step sebelumnya. Cuma bedanya kalau di Android, kita cukup install langsung dari Play Store.

Tinggal buka aja Play Storenya, lalu ketikkan, “Spacedesk – Display Monitor”.

Setelah proses instalasinya selesai, buka aplikasinya.

Dia akan menampilkan pesan “Cannot detect any Primary machine“. Dan ini wajar, karena memang kita perlu melakukan beberapa pengaturan terlebih dahulu.

Step 3 : Sambungkan Perangkat via USB

Silahkan ambil kabel USB, lalu colokkan dari Laptop ke Tablet. Tapi sebelumnya, pastikan bahwa kabel USB yang digunakan itu bisa berfungsi sebagai transfer data, bukan sekedar isi daya / charge only ya.

Saat kedua perangkat sudah terhubung, kita cuma perlu ubah sedikit pengaturan dari tablet dan laptop.

Pertama, di Tabletnya kita aktifkan opsi ‘USB file transfer‘ terlebih dahulu. Pastikan mode yang dipilih adalah mode ‘File Transfer

Selanjutnya, kita beralih ke Laptop lagi. Buka aplikasi Spacedesk Console, lalu di Tab “Communication Interfaces“, kita aktifkan opsi ‘USB Cable Android‘ dan nonaktifkan opsi ‘Local Area Network

Sampai di titik ini, harusnya tablet kita sudah terhubung sebagai second screen. Tapi kalau belum terhubung, tak perlu panik. Cukup cabut sejenak kabel USB-nya, lalu hubungkan kembali.

Taraa… laptop kita sudah jadi layar kedua.

Step 4 : Ubah Pengaturan Display Setting

Meski sudah terhubung, tapi acapkali pengaturan display disini masih belum sesuai. Bisa jadi alih-alih menjadi second screen, tablet malah menampilkan persis apa yang ada di layar laptop alias mirroring saja.

Untuk mengubahnya, pertama kita buka Project Setting di taskbar sebelah kanan bawah, atau untuk lebih mudahnya bisa tekan kombinasi shortcut Windows + P. Dari empat opsi yang muncul, kita pilih ‘Extend

Terakhir… kita atur layout layar sesuai dengan posisi fisik tablet berada.

Klik kanan di Desktop Background, lalu pilih ‘Display Setting

Kita akan menemukan pengaturan untuk second screen. Dimana screen 1 itu adalah layar laptop, sementara screen 2 adalah layar tablet. Yang perlu kita sesuaikan, adalah pengaturan posisi screen 2 sesuai posisi fisik tablet saat ini.

Jika posisinya ada di kiri, maka pindahkan ke kiri. Kalau di bawah, ya monggo geser ke bawah. Tapi kalau saya sih, kebetulan lebih nyaman dengan layar kedua yang berada di kanan.

Bedanya dimana? Bedanya adalah bagaimana kita mengakses layar tersebut lewat kursor. Kalau posisinya ada di kanan, ya berarti kita bisa mengaksesnya jika kursor mouse diarahkan ke sisi kanan layar. Pun begitu pula sebaliknya.

Gimana, so far so good lah ya?

Akhir Kata, Selamat Bekerja!

Mungkin sebagian dari kalian ada yang bertanya, “Kenapa musti ribet pake kabel USB si? Emang gak bisa wireless aja ya?”

Jawabannya adalah : Bisa. Tapi saya lebih prefer ke USB aja. Soalnya dengan menggunakan USB, proses transfer datanya lebih cepat dan stabil, sehingga output layarnya lebih lancar dan tidak terasa laggy.

Dan poin plus lainnya, kabel USB juga berperan dalam mengisi daya tablet. Jadi sambil dipakai, sambil nge-charge pulak. Nggak bakal deh tuh ada kasus, pas lagi dipake tiba-tiba tabletnya mati perkara kehabisan daya.

Overall, dalam use cases saya sehari-hari, tablet sebagai second screen ini bener-bener bermanfaat lho buat meningkatkan produktivitas. Layar tambahannya kepake, tapi space yang dibutuhkan jadi lebih sedikit karena gak ada lagi LCD yang bulky.

Yaah, meskipun memang secara ukuran layar tablet tentunya lebih kecil. Dan secara performa, memang masih dibawah LCD. Kadang responnya agak telat, dan masih terasa agak laggy.

Tapi sisi positifnya, jika saya di cafe atau dimanapun itu… sistem second screen ini bisa saya bawa kemana-mana. Daaan tambahan satu lagi, layar tablet ini kan tentunya layar sentuh yaa. Jadi kita tentu bisa mengakses layar kedua ini lewat sentuhan jari.

Well, overall saya memberikan nilai 9/10 untuk aplikasi Spacedesk ini. Sangat membantu, sangat usable, dan GRATIS juga.

Kalau kalian, apakah ada tablet android juga? Cobain deh, jadiin second screen. Kalau sudah bisa, coba ceritain di kolom komentar ya!

Bekasi, 22 Desember 2025
Ditulis sambil bersiap untuk menuju ke rumahnya Irfan Hakim.


Yuk, bantu penulis agar makin semangat membuat tulisan baru.
Kamu bisa melakukan transfer secara langsung ke rekening BCA : 6871338300.

Untuk info ratecard dan ajakan kerjasama, silahkan klik tombol berikut :

Fajarwalker

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

Post navigation

22 Comments

  • Mas Fajarrr, aku lihat dirimu kerja kok ya mirip sama cara suamiku kerja ya. Huheheh.. Doi programer, rasanya pakai satu layar tuh kayak kureng. 🫣

    Aku malah asing sama spacedesk mas. Ini berarti pure pakai app ya? Kalau suamiku tuh pakai anycast atau pakai HDMI buat second screennya. Cuma plus minus juga di anycast sama HDMI..

    Kapan² coba ah download spacedesk. 🥰

  • Yg aku suka kalau baca tutorial mas fajar, selalu mudah dipahami 👍👍👍. Inget pas install local send di laptop dan hp.

    Tutorial yg kali ini , kecil kemungkinan aku bakal ikuti, Krn memang belum ada kebutuhan pakai second screen 😅😅. Tp at least pas baca aku mudeng dan kebayang cara2nya 👍👍.

    Pakai tablet pastinya LBH praktis dr segi space ya mas. Ga makan banyak tempat, dan mudah dibawa. Ga kebayang kalau kluar dan mesti bawa lcd lain sebagai second screen nya 😅🤭🤭

  • So far saya belum pernah pakai second screen dan masih aman juga bekerja dengan satu monitor. Tapi kalau someday butuh second screen pastinya bisa mengikuti tutorial dari Kang Fajar. Urutan cara yang dijabarkan di tulisan ini jelas dan mudah dipahami, jadinya kalau mau diikutin insyaAllah gampang

  • Belum pernah nyoba tablet dijadikan second screen. Ternyata bisaaa dan baru tau ada aplikasi Spacedesk, kabar baiknya ini gratis. Bikin kantong happy dan kerjaan makin produktif. Mau di cafe atau di pojokan dengan space terbatas pun no problem.

    2022-2024 sempat pake dual screen dan memang makan tempat sekali. Plus pergerakan terbatas.

    Thanks mas, solutif banget ini info aplikasi Spacedesk. Digunakannya juga mudah.

  • Punya layar kedua kayak gitu, memang jadi lebih semangat sih kerjanya. Apalagi kalau ternyata yang ada malah buat nonton drakor, eh.. 😄
    Daku belum nyobain, teknik seperti itu Mas.

    Paling mau request artikel nih, cara presentasi dengan tablet/ponsel android yang proyektornya ada di atas kayak macam di sekolahan gitu, caranya gimana?

    Soalnya saya belum ketemu tutorial yang pas di medsos

  • Saya sudah membuktikan kalau senjata kerja Mas Fajar ini lengkap sekali. Saat saya hanya bawa hape, Mas Fajar lengkap bawa laptop. Tablet, hape, pastinya dengan segala printilannya. Jadi sudah siap kerja kapan saja dan di mana saja ya Mas. Job pun ga bakalan lolos hehehe.
    Dan kerja dengan layar layar ini sangat membantu ya Mas. Kalau di rumah sih screen second bisa Segede gaban. Dan untungnya sudah ada solusinya diganti dengan tablet. Jadi saat diterapkan di luar rumah pun oke membantu kerja jadi maksimal.

  • Bener2 bermanfaat banget ini apalagi tutorialnya juga cukup lengkap mudah dipahami jadi aku bisa sambil ngebayangin meskipun untuk sementara aku sendiri blm perlu ya second screen tapi ini membantu banget buat mereka yg banyak bekerja didepan layar 😊
    Next kalo aku butuh tutorial second screen tinggal melipir kesini yaaa

  • wah itu first impersion aku llihat tulisan kang fajar ini , apa daya ku yg gaptek haha. Laptop nya aja di buka kalau lagi ada perlu keluar, pc dirumah terbatas buat buka toko onlie. Apa memang pria mah selalu motekar kali ya kalau apa2 teh, bisa pake 2 layar, nginstal sesuatu tanpa kesullitan , ku menangis

  • “Tutorial Mengubah Tablet Jadi Layar Kedua” ini solusi yang efektif, hemat biaya, dan cocok buat ngembangin produktivitas. Saya tau kalau tablet atau laptop lain bisa jadi layar kedua ini dari adik saya yang kerjanya memang di bidang IT, tapi baru ini tau tutorial gimana cara settingnya 😄

  • Definisi bekerja dengan maksimal
    Apalagi kalau punya device yang membantu
    Dimanfaatkan lebih baik daripada dibuat anak main game
    Pasti lebih seru ya kerjanya karena leluasa natap layar

  • Suamiku kalau kerja juga gini mas di rumah, pakai dua layar. Idem konekinnya masih pakai kabel2 juga soalnya lebih stabil juga, data tertransfer lebih cepat juga.

    Tapi kami belum pernah sih pakai tablet. Biasanya tabletnya cuma buat netflixan #eh.
    Pakai LCD besar maklum mata udah tua haha 😛

    Kalau aku lebih sering pakai satu aja cukup deh haha. Tapi kalaupun bekerja dua layar, aku juga pakai tabletku. Biasanya satu buat zoom satu lagi buat buka data tapi nggak aku konekin. Jadi gadgetnya punya kerjaan masing2 =))

  • Aku belum pernah kerja pakai second screen jadi belum begitu kebayang apa bedanya pakai satu layar dan dua layar yang terkoneksi dan gimana mengoperasikannya dalam mempercepat kerja. Biasanya aku kalau butuh lihat hal lain, ya udah dibuka aja tanpa koneksi antara kedua layar. Tapi baca ini jadi penasaran pengen coba. Makasih tutorialnya Mas.

  • Sebuah ide bagus menjadikan tablet menjadi layar kedua karena memang kadang-kadang kita itu perlu layar kedua supaya bisa lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan dan juga jangan sampai kelewat hal-hal penting yang mungkin tidak kita lihat di layar yang pertama. Plus jadi makin keren juga sih ada dua layarnya hahaha

  • Musti forward ke suami nih, belakangan dia kalau kerja butuh 2 layar gitu Mas. Kemaren habis beli layar monitor baru, lah tau begini mah harusnya pakek tablet yang ada aja ya, ngapain beli lagi?

    Mungkin dia nggak enak kali ya kalau harus ngrusuhi tabletku, hehe. Tapi ini bakal berguna banget sih, terutama nanti kalau aku butuh 2 layar gitu, aku bisa pasang dan setting sendiri nggak perlu ngrepotin suami. Mana dia juga sering ke luar kota jadi memang harus mandiri akunya ehehe

  • Inii dilakukan suami aku juga mas, emang lebih sat set soalnya kalau kerja pakai 2 monitor kayak gini.

    Nah, kalau di rumah sih masih pakai monitor biasa yang gede ya, tapi kalau WFC emang pilihannya pakai tablet. Tapi sayangnya kalau WFC gitu koneksinya pakai Wifi, jadi kadang agak lemot, hehehe.

    Aku sendiri sebetulnya udah kepikiran, enak juga ya pakai double screen gitu. Tapi case-nya belum sebanyak dan ternyata memang belum sebutuh itu, jadi so far masih nyaman pakai 1 layar aja deh.

  • Keren dan simple bgt nih caranya. Bs dicoba tuh buat yg pny gawai lain. Emg repot sih kalo hrs bawa 2 gawai gede, terutama laptop dan PC desktop/monitor kalo mau dibawa ke kafe. Ntr dikirain mau pindahan rumah wkwkwk.

    Dgn Spacedesk gini, mkn lebih praktis meski hrs msh pake colokan buat transfer datanya. Solusi yg paling praktis sih buat yg pgn memantau 2 kerjaan dlm satu wkt.

  • Big applause…
    MashaAllah.. sungguh kreatif sekali yaa.. karena pak-bapack ini juga butuh qtime dengan keluarga.. jadi kudu kerja cerdas dan tepat. Sehingga beres kerja asap dan bisa segera kembali menikmati waktu bersama si kecil yang sedang gemes gemesnyaa..

    Aku suka 2 layar juga…
    Tapii teu kudu di setting siiyh.. kan judulnya amatiran yaak..
    Layar lainnya buat tasking lainnya.

  • Wah bagus nih solusinya untuk pekerja yang butuh membuka banyak laman dan puyeng dengan satu layar saja ya ternyata bisa kita setting sendiri untuk layar kedua.. kreatif banget deh Fajar.sekarang ada laptop yang punya double layar begini tapi memang harganya nggak murah ya…

  • Oala, akhirnya kutahu caranya, pantesan temanku kok pakai 2 layar gitu, tabletnya diletakkan berdampingan tapi mousenya satu terus kerjanya jadi enak karen aada 2 layar, mau ngikutin caranya belum sempat tanya, tapi aslinya aku malu sih mau tanya wkwkwk, gini ini lho malu bertanya jadi ga maju-maju, untung ada artikelnya mas Fajar jadi kan aku bisa belajar, terima kasih ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *