Pengalaman Memanggil Dokter via Aplikasi Medi-Call

Sebagai seorang warga negara kelas menengah, diksi ‘memanggil dokter ke rumah’ itu tentulah sangat tidak relate. Karena sejauh yang saya tahu, para dokter itu biasanya sudah punya tempat praktiknya masing-masing. Entah itu di klinik, atau di rumah sakit.

Adegan dokter datang memeriksa pasien ke rumah, itu sepertinya hanya sebuah khayalan utopis yang ada di film sinetron saja. Belom pernah saya dengar ada dokter melipir ke rumah. Bahkan ketika saya meriang menggigil sekalipun, saya mesti sabar mengantri di bangsal klinik.

Sampai kemudian, sebuah insiden dalam event di bulan November kemarin, membuat saya akhirnya bisa mencoba gimana rasanya memanggil dokter.

Seperti apa ceritanya? Yuk, lanjutt bacaa..

Kala Insiden Butuh Solusi Urgent

Pertengahan bulan November, Saya sedang standby di salah satu Ballroom di Jakarta. Seperti biasa, mengisi waktu dengan mencari cuan, menjadi pekerja paruh waktu di salah satu event wedding. Tugas saya sebenarnya hanya sebagai crew dokumentasi untuk sosial media, yang mana membuat saya sudah siap siaga beberapa jam sebelum acara dimulai.

Hari itu, awalnya semua berjalan lancar-lancar saja. Semua vendor sudah stand by tepat pada waktunya, dan semua tahapan acara berjalan lancar sesuai agenda. Hingga tiba-tiba seorang crew Wedding Organizer berbisik kepada saya.

“Mempelai wanitanya disuruh balik ke ruang rias euy. Disuruh tidur dulu, katanya kepalanya pusing…”

Mendengar info itu, saya tentu langsung berasa kecipratan pusing juga. Karena posisi waktu itu sudah benar-benar mepet ke momen akad nikah. Gimana ceritanya coba kalo posisi udah kelar akad, eeh.. pengantinnya tumbang?

Long story short, untungnya semua proses akad masih tetap bisa berjalan lancar. Namun hanya sampai disana saja, karena tepat setelah akad, sang mempelai wanita pun akhirnya tumbang juga. Muntah-muntah, dan kepalanya pusing sekali.

Usut punya usut, sepertinya beliau tak kuat menahan beban suntiang yang lumayan menekan area kepala. Alhasil, semuanya pun jadi panik. Satu sisi mempelai wanita harus mendapatkan penanganan secepatnya, tapi waktunya sangat tipis. Karena setelah ini, kan harus siap-siap untuk acara resepsi pulak.

Di tengah kepanikan itu, salah satu team WO pun bertanya pada saya. “Eh, kalo manggil dokter tuh bisa gak sih?”.

Nganu, ini posisinya weekend ya. Jadi nakes di gedung pun gak ada yang standby. Dan memang benar, solusi terbaiknya ya mesti manggil dokter kesini.

Berbekal rekomendasi dari ChatGPT, akhirnya saya menemukan sebuah solusi melalui aplikasi bernama Medi-Call.

Wah, akhirnya bisa juga ya manggil dokter.. kayak di pelem-pelem!

Impresi Pertama Agak Meragukan

Kala pertama mengakses aplikasi Medi-Call, saya langsung diminta untuk mendaftar dengan menggunakan data-data pribadi saya. Prosesnya cukup mudah, dengan deskripsi yang cukup mudah dipahami.

Tiba di halaman utama, menurut saya tampilannya cukup sederhana. I don’t say it’s bad, but the interface is not the elegant one. Yha, sejujurnya tampilannya tidak terlihat premium. Namun meski begitu, navigasi dan tombol-tombolnya cukup jelas. Tiap tombolnya diberi riasan shadow tebal, dengan sentuhan ilustrasi berbentuk foto yang amat mudah dipahami.

Sesuai namanya, ‘Medi-Call’, tentu value utama yang disajikan aplikasi ini adalah kemudahan untuk memanggil tenaga kesehatan ke rumah. Ini terlihat dari 6 buah tombol berukuran besar di halaman utama, yang semuanya diarahkan untuk memesan berbagai nakes berbeda. Mulai dari dokter, perawat, bidan, fisioterapi, homecare hingga caregiver.

Dan, sepertinya hanya fitur tersebut saja yang benar-benar sudah teroptimasi. Karena kala tulisan ini dipublikasikan, fitur-fitur lain yang ada di bawahnya seperti pemesanan obat, farmasi dan laboratorium itu belum berfungsi. Sama sekali ndak bisa dibuka.

Tapi yang menurut saya paling epic, itu banner slider utamanya si. Gambarnya cuma ada satu. Alias kalo digeser, yang nongolnya tuh itu lagi.. itu lagi.

Tapi okelah. It’s not a bad UI afterall. So, let’s focus on how it works..

Perdana Memanggil Dokter Ke ‘Rumah’

Karena situasi kala itu lumayan chaos dan urgent, maka saya pun tidak membuang waktu. Tak lama setelah melesaikan semua proses registrasi, saya pun langsung melakukan proses pemesanan.

Daaan.. Untuk pertama kalinya, saya ngerasain sensasi mesen dokter rasa mesen ojol, hiyahahah. Jadi kala tombol ‘pesan’ ditekan, saat itu juga proses pencarian dokter dengan lokasi terdekat dimulai. Persis seperti kita kalo pesen ojol gak sih?

Menariknya, sampai di titik ini saya belum mengeluarkan uang barang sepeser pun. Karena untuk semua proses pembayaran, itu baru dilakukan kala dokter telah tiba dan melakukan tindakan.

Kalo nggak jadi gimana? Nah, kalo ini kena penalti, nilainya 50% dari total pesanan.

Adapun untuk harga dokternya cukup bervariasi. Tapi rata-rata itu ada di kisaran 300 ribuan per kedatangan. Ini biaya kunjungan saja yaa, belum termasuk tindakan.

Sayangnya waktu itu dokter terdekat yang saya dapatkan, jaraknya ada di kisaran 8 Km. Lumayan jauh euy, padahal ini situasinya lumayan urgent. Alhasil, saya pun jadi agak penasaran, pengen konfirmasi ke dokternya via chat. Well surprisingly, dokternya cukup responsif. Ia mengabarkan bahwa ia akan segera meluncur dengan estimasi waktu 30 menit.

Tak lama berselang, saya dapat chat dari tim WO. Katanya pihak pengantin ada request untuk disuntuk 3 vitamin yang berbeda. Kayaknya sih, biar langsung dapet solusi yang ‘joss’ dan instan, mengingat acara akan dimulai sebentar lagi.

Yha, saya cuma bisa berharap-harap cemas.. semoga dokternya datang sesuai prakiraan.

Dokter Tiba Melebihi Ekspektasi

Dengan jarak sekitar 8 Km dari gedung, jujur saya pribadi tidak terlalu berekspektasi. Karena dengan jarak segitu, rasanya bisa tiba dalam 30 menit saja sudah luar biasa sekali.

Tapi tanpa diduga, ternyata waktu yang dibutuhkan tak sampai selama itu lho. Sekitar 20 menit sejak melakukan pemesanan, tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke smartphone saya. Ternyata Pak Dokter sudah sampai di dalam gedung. Lebih tepatnya, beliau sudah berada di atas eskalator.

Wadidaw, mantap sekali.

Ia datang dengan seragam lengkap dan tas gembolan berukuran super besar. Saya lantas menemuinya, lalu mengantarnya segera menuju lokasi ruang rias. Ia langsung melakukan penanganan yang dibutuhkan. Menginjeksikan vitamin dan suplemen yang diminta pengantin secara langsung dalam satu suntikan.

Seakan magis, sang mempelai wanita langsung merasa lebih baik dan segar. Siap untuk berjibaku dengan suntian dan adat padang.

Biaya dan Penilaian Pribadi

Setelah selesai melakukan penanganan, Pak dokter diminta melipir ke kantor untuk menyelesaikan masalah administrasi. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, untuk semua biayanya itu belum ada yang dibayarkan barang satu perak pun.

Pak Dokter memberikan totalan biaya yang harus dibayarkan, dalam bentuk link yang bisa di-klik dari smartphone. Dan menurut saya opsi pembayarannya cukup lengkap ya. Bisa bayar pakai QRIS, Dompet Digital, hingga Virtual Account dari Beberapa Bank. Nganu, wajar si soalnya dia pake layanan payment gateway dari Xendit.

Total biaya yang dikeluarkan, adalah sebesar Rp. 961.500. Ini terdiri dari biaya kunjungan dokter sebesar 315 ribu, dan biaya suntik vitamin sebesar 646 ribu.

Apakah mahal? Yhaa, kalo ditanya ke saya mah, saya bakal jawab IYA. Tapi mengingat ini adalah situasi yang urgent, saya rasa angka tersebut sangat wajar. Apalagi kecepatan pelayanannya pun sangat cepat, benar-benar bisa diandalkan. Berapapun angkanya, saya rasa itu akan sangat reasonable.

Overall, saya memberikan nilai 8/10 untuk aplikasi Medi-call ini.

Secara core feature saya rasa sudah sudah berfungsi dengan baik. Hanya saja, untuk dijadikan sebagai aplikasi daily driver, sepertinya masih jauh. Terutama karena fitur-fitur lain selain memanggil tenaga kerja belum tersedia. Mungkin ini perlu untuk segera diimplementasikan yaaa.

Dan untuk UI nya pun sepertinya bisa diberi sedikit sentuhan, agar bisa terlihat lebih clean dan classy.

Kalau kalian, sudah pernah coba manggil dokter ke rumah belum? Coba cerita dong gimana pengalamannya di kolom komentar ya!

Jakarta, 02 Desember 2025
Ditulis sambil menghitung waktu yang dibutuhkan untuk pulang ke rumah.


Yuk, bantu penulis agar makin semangat membuat tulisan baru.
Kamu bisa melakukan transfer secara langsung ke rekening BCA : 6871338300.

Untuk info ratecard dan ajakan kerjasama, silahkan klik tombol berikut :

Fajarwalker

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

Post navigation

13 Comments

  • Tidak sampai satu juta untuk pelayanan maksimal apalagi termasuk obatnya itu (vitamin ) di jaman sekarang ini bagi orang perkotaan pastinya cukup terjangkau ya

    Beda dengan di pedesaan (lagian di desa mah layanan ini juga pasti belum sampai. Ojol aja ke sini belum ada!)
    Masyarakat masih harus sabar tetap antri ke puskesmas…

  • Mahalnya karena suntik vitamin. Wajar sih.
    Yang penting sat setnya dokternya datang ya. Malah bisa dikatakan datangnya lebih awal dari estimasi waktu.
    Jadi kebayang itu kalau jadi manten wanitanya, pakai suntiang gadang: paniang kapalo den, tapi baralek gadang alun salasai acaranyo hehe.

  • Memanggil dokter ke rumah? tentu saja belum pernah wkwkwkw. Secara kalau sakit lebih memilih nunggu waktu tiga hari dulu sebelum benar-benar butuh bantuan dokter (anaknya anti dokter wkwkw)

    eh tapi yaaa ini tulisan sangat berarti banget buatku. Paling ga nanti kalau darurat seperti dikau itu saat bertugas, jadi tahu perlu bagaimana.

    Soal aplikasi, ya udahlah yak, yang penting bisa kepakai dan nolongin yang dibutuhin. Eh ya semoga aja lebih di upgrade dan lebih baik dan banyak manfaatnya. Anw untuk sejuta dengan urusan sakit dan urgent gitu sih kecilllll Ha ha ha. Sehat utama pan.

  • Aku malah baru tau ada aplikasi ini mas. Kok enak yaa jadi bisa manggil dokter ke rumah, walaupuun ya memang lah ya pelayanan terbaik tentu hadir dengan harga terbaik (a.k.a. biasanya mahal xp) juga.

    Namun, untuk situasi yang genting kayak gini beneran jadi bermanfaat banget dan sangat memudahkan sih. Kayak siapa yang mengira gitu orang mau menikah pakai acara pusing segala. Jadi, untuk hal-hal yang urgent kayak gini aplikasinya sudah cukup lumayan ya.

    Walaupun memang yang dibilang mas Fajar mengenai tampilan itu bener juga. Masih terkesan kurang elegan dan rapi, bahkan beberapa tombol menu yang lain juga belum berfungsi. Mungkin masih dalam tahap penyempurnaan dan semoga aja gak butuh waktu lama.

    Kalau sudah berfungsi, rasanya bisa jadi pelayanan medis yang lumayan premium dan terpercaya sih. Semoga aja bisa meningkatkan pemasukan untuk para dokter yang terlibat juga ya.

  • Justru ini lebih murah dari dokterku di EMC 🤣🤣🤣. Ga nyampe sejuta, udah suntik segala macam 👍👍👍. Soalnya di awal udah mikir, kalah dokter dipanggil ke rumah, harusnya kan lebih mahal Krn ada biaya pergi, jarak etc. Ternyata ga terlalu. Mungkin kalau dibandingin Ama klinik, iya lebih mahal. Tp aku compare nya dengan dokter RS tempat aku biasa berobat.

    Boleh juga nih mas aku save apk nya. Kali aja suatu saat ada butuh. Akupun blm pernah manggil dokter ke rumah, biasa juga kita yg kesana se urgent apapun 😅

  • Zaman sekarang Alhamdulillah segalanya dimudahkan ya Mas. Termasuk urusan memanggil dokter. Salam situasi seperti di atas. Jelas tidak mungkin. Membawa pengantin wanita ke rumah sakit atau klinik. Tinggal panggil dokter,datang cepat, Masalah bisa ditangani. Acara pun bisa tetap terlaksana

  • Enak bgt ada medi-call gini. Kalo urgent dan ga bs bawa pasien ke rumah sakit terdekat, ini salah satu solusi paling gampang utk mendapatkan perawatan cpt.

    Ini udh dilakukan oleh dokter di tempatku sih. Tapi rata2 yang masih utk khitan. Tapi beliau jg bs menangani kasus khas poli umum lah. Tarifnya jg terjangkau.

    Untung aja ada dokter yg bs dipanggil ya mas. Kalo ga, kan repot hrs bawa ke klinik terdekat. Padahal akad nikah mau dimulai. Masa ya dipending gara2 calon pengantinnya pusing. Untung jg blm sampe pingsan yak.

  • Ikut deg-degan bacanya, bayangkan pengantin wanita dalam kondisi tidak fit padahal akan menjalani hari bahagia, rangkaian acara yang panjang dan melelahkan ya.. untung ada aplikasi yang bisa mendatangkan dokter ke rumah..

  • MashaAllaah.. di kota besar biaya panggilan dokter untuk datang ke lokasi sama seperti ketika kita berobat ke RS.
    Ini bener-bener ngebantu banget siyh..

    Alhamdulillaah.. ada solusi yaa..
    Untuk event sebesar pernikahan begini, semua kudu fit agar acara bisa berjalan sesuai dengan rencana dan semua bahagiaa…

  • Saya dari kecil biasa diobati sama ibu dengan memanggil mantri ke rumah diobatin sama mantri. Tapi jujur sih kalau dokter blm pernah saya panggil ke rumah. Eh skrg dgn aplikasi Medi Call bisa yaaa panggil dokter ke rumah. Jadi benar² memudahkan dan tidak merepotkan pasien. Apalagi kalau kondisinya seperti cerita di atas haduuh kebayang kalau gak ada dokter yg bisa dipanggil repot niaan yaa

  • Nice info banget ini sih ternyata ada ya namanya aplikasi Medi-Call dan sangat worth it buat situasi yang cukup dramatis serta membuat jantung naik turun. Secara kiasan juga ini mempelai wanita, dalam momen yang harusnya bahagia banget malah tumbang.

    Jujurly daku belum pernah manggil dokter ke rumah, secara ini hanya berlaku di film high class nggak sih? Wkwkwk

    But, semua pemikiran saya terpatahkan dengan kenyataan yang sudah di alami mas Fajar.

    Masukan buat aplikasinya juga sudah oke banget sesuai dengan yang saya pikirkan. Semoga saja aplikasi Medi-Call makin bisa diandalkan sama situasi urgent orang yang sakit.

  • Saya belum pernah coba aplikasi Medi-Call ini, auto Googling cari tahu lebih banyak
    Lumayan cepat penanganan dan busa diandalkan saat urgent ya, terbukti penilaian yang diberikan mas 8 dari 10, ya ada sedikit perbaikan ndi tampilan akan menambah nilai bukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *