
Menyambut pergantian tahun, rasanya ada banyak sekali goals yang ingin saya kejar dan gapai di tahun 2026 mendatang. Apalagi setelah begitu derasnya ujian yang terjadi di tahun 2025, sedikit banyaknya berhasil menempa diri saya menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh.
Meski terkadang mood saya masih sering naik turun, tapi syukurlah, beberapa lomba blog masih bisa saya juarai. Kuantitas update blog memang masih di bawah target, tapi saya bersyukur karena beberapa tulisan saya masuk di index pertama google sehingga traffic blog tetap terjaga. Bahkan diluar dari blog, beberapa pekerjaan freelance seperti web design pun berhasil saya selesaikan dengan baik.

Saya sudah berada di jalur yang benar. Hanya minus di konsistensi saja.
Demi menyongsong segala mimpi di tahun depan, tentunya saya perlu banyak berbenah. Produktivitas harus digenjot, dan tak boleh ada lagi inkonsistensi atau mood yang datang dan pergi.
Jika saya coba runutkan beberapa masalah yang mendera selama ini, kurang lebih inilah poin permasalahan yang membuat diri saya tak maksimal :
- Sering kesulitan fokus, sehingga waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal produktif jadi terbuang percuma.
- Sulit fokus juga membuat saya jadi cepat lelah, sehingga momen untuk istirahat jadi lebih sering.
- Badan dan tangan sering terasa pegal dan tak nyaman, apalagi ketika kerja dalam durasi yang lama.

Apakah kalian pernah atau masih mengalami kendala yang serupa dengan yang saya alami? Percaya atau tidak, mungkin penyebab dari segala masalah itu bukan sepenuhnya karena kalian kurang sehat atau butuh istirahat lebih banyak. Bukan juga serta merta karena demand kerja yang membuat kita kewalahan.
Bisa jadi, ada satu hal sederhana yang kita abaikan. Padahal, efeknya luar biasa.
Hal itu adalah… Kerapihan.
Kerapihan Meja Kerja. Problem Sederhana, tapi Sering Terabaikan.

Tahun 2024, para peneliti dari Yale University ingin mengetahui bagaimana ‘kekacauan visual’ (visual clutter) dapat mempengaruhi cara otak dalam memproses informasi visual.
Adapun yang dimaksud visual clutter ini, adalah objek-objek tambahan yang tidak relevan dengan objek utama yang sedang difokuskan.
Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa visual clutter memang tidak mengubah urutan informasi yang diproses di otak. Tapi dampaknya, bisa membuat aliran informasi menjadi kurang cepat dan efisien.
Terlalu banyak clutter di atas meja, tak hanya membuat meja kita menjadi berantakan. Lebih dari itu, clutter juga bisa benar-benar memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu tugas. Mungkin itu jualah yang jadi penyebabnya, kenapa saya seringkali sulit untuk fokus.

Kalau sudah begini, maka decluttering akan menjadi solusinya. Biasanya saya akan menyingkirkan semua benda atau hal yang tidak perlu dari atas meja kerja. Membuat layoutnya menjadi bersih dan nyaman untuk memulai pekerjaan.
Dan itu lumayan menyelesaikan permasalahan.
Tapi apakah itu saja sudah cukup? Well, i don’t think so.
Karena untuk pekerja kreatif seperti saya, ada problem lain juga yang punya pengaruh cukup besar dalam produktivitas kerja saya selama ini,
yakni… ukuran / dimensi layar.
Dimensi Layar Besar itu Penting Banget Untuk Kalangan Pekerja Kreatif

Dalam sebuah studi berjudul “Toward Characterizing the Productivity Benefits of Very Large Displays” yang dipublikasikan oleh Microsoft Research tahun 2003, ditemukan bahwa mereka yang bekerja dengan menggunakan layar berukuran besar, bisa menyelesaikan tugasnya lebih cepat dibandingkan mereka yang bekerja dengan layar yang lebih kecil.
Kenapa bisa lebih cepat? Itu karena layar berukuran besar itu punya area view yang lebih luas. Membuat penggunanya tidak perlu sering menggeser atau menyembunyikan jendela aplikasi saat bekerja dengan begitu banyak dokumen dan aplikasi secara bersamaan.
Hal ini berbanding terbalik dengan layar yang lebih kecil, dimana kita jadi lebih sering bolak-balik mengatur jendela (resize, minimize dan maximize). Di layar yang ukurannya besar, semua aplikasi bisa terlihat sekaligus sehingga meminimalisir distraksi.
Dan sebagai seorang pekerja desain kreatif, saya sangat mengamini penelitian tersebut. Mengingat selama bertahun terakhir, saya selalu kerja dengan menggunakan laptop saya yang punya ukuran layar hanya berkisar antara 14 hingga 15 inch saja. Jujur, ini sangatlah tidak maksimal.
Layar yang berukuran kecil ini acapkali membuat saya kesulitan fokus, karena harus bolak-balik berpindah antar satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Semakin sering saya berpindah-pindah aplikasi, semakin tinggi pula kemungkinan saya akan merasa lelah dan overwhelm.
Pantas saja beberapa teman saya bolak-balik menyarankan saya hal yang serupa. “Emangnya lu gak mumet ya ngedesain pake layar sekecil itu? Upgrade lah. Setau gue sih, kalo buat desain grafis tuh yang idealnya minimal layar 24 inch lho.”
Dan disinilah letak masalahnya. Nganu, memangnya ada ya laptop yang ukuran layarnya sampe 24 inch? Mau ngubek-ngubek mangga dua seharian pun, kayaknya gak ada deh. Paling besar layar laptop, itu cuma 18 inch aja.
Dan dari sanalah, akhirnya saya sadar bahwa laptop yang selama ini jadi partner kerja saya, ternyata justru kurang cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Laptop Memang Mobile, Tapi Kurang Pas Untuk Kerja Non Mobile Jangka Panjang.

Laptop itu memang didesain untuk mereka yang punya mobilitas tinggi. Sering berpindah kemana-mana, atau bahkan tetap harus akses pekerjaan saat posisi masih terjebak di jalan. Jika kalimat tersebut sangat cocok dengan deskripsi kalian, maka laptop memang opsi terbaik. Dia compact, ringan, dan mudah dibawa kemana saja.
Tapi jika kalian adalah seseorang dengan mobilitas rendah, bahkan seringnya hanya stay seharian di rumah atau kantor demi mengejar deadline, maka laptop bukanlah solusi terbaik untuk menyelesaikan pekerjaanmu.
Selain karena layarnya yang berukuran lebih kecil, laptop juga tidak didesain untuk ergonomis dan nyaman digunakan dalam waktu kerja yang panjang.

Kita semua tahu bahwa di laptop, layar & keyboard itu dibuat menyatu. Karena kita ingin mengetik sekaligus melihat layar, posisi laptop biasanya diletakkan di atas meja yang datar. Ini membuat layar cenderung jadi lebih rendah dan lebih dekat ke mata. Akibatnya kepala cenderung menunduk, leher membungkuk, dan pandangan lebih dekat.
Dan jangan lupa juga bahwa keyboard yang ada di laptop, biasanya dibuat lebih compact dengan travel distance yang lebih pendek. Tujuannya ya tentu agar ukurannya lebih kecil dan tipis, tapi di penggunaan jangka panjang tentulah kurang baik.
Saya pribadi mengamini bahwa mengetik di keyboard laptop dalam waktu yang lama, bisa membuat pergelangan jari terasa tidak nyaman.

Postur kita saat mengakses laptop pun punya sedikit banyaknya punya dampak besar terhadap kesehatan. Ini dibuktikan lewat penelitian dari PubMed yang menunjukkan bahwa penggunaan laptop secara luas dikaitkan dengan ketidaknyamanan muskuloskeletal. Dengan lebih dari 53% peserta merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman terutama di leher dan bahu.
Terus kenapa gak pake PC aja? PC kan lebih proper ya. Lebih enak buat kerja dalam waktu yang lama.
Yaaa bener sih. Tapi gak sembarang PC bisa jadi solusi, karena kalau salah, kita justru akan kembali ke akar permasalahan utama.
PC : Memberi Solusi, Menambah Masalah

Ya, PC tentu akan jadi solusi jika kita ingin kerja nyaman dalam waktu yang panjang. Secara ergonomi, PC jauh lebih baik ketimbang laptop, dan layarnya pun bisa dibuat jauh lebih besar dan nyaman.
Namun, jika yang kita bicarakan disini adalah PC konvensional, maka jangan lupa juga bahwa kita akan kehilangan poin utama kerapihan meja, dikarenakan kabel yang semrawut.
Desktop PC, khususnya PC rakitan sendiri biasanya tersusun dari komponen dari berbagai brand yang berbeda, yang butuh kabel untuk menyatukan semuanya. Tentunya butuh effort lebih untuk merapihkan semuanya, karena jika tidak, maka meja yang bersih dan nyaman hanya akan menjadi angan-angan belaka.
Meja yang harusnya tampil clean & minimalis, justru akan jadi awur-awuran karena berbagai kabel yang menghubungkan komponen satu dengan komponen lainnya.
Lantas, apakah solusi yang pas untuk mengatasi semua problema ini?

Kita butuh sebuah perangkat yang ada di tengah-tengah, antara laptop dan PC konvensional. Sebuah perangkat yang lebih nyaman dan ergonomis untuk menunjang kerja jangka panjang, namun tidak semrawut dengan banyaknya kabel.
Dan satu-satunya perangkat yang pas untuk hal itu hanyalah.. PC All in One.
PC All in One : Solusi Pas Untuk Kamu Si Pegiat Produktivitas

PC All in One, hadir sebagai jembatan penghubung antara laptop dengan PC konvensional. Ia nyaman digunakan, dengan layar yang berukuran jauh lebih besar. Tak seperti PC konvensional yang CPU nya terpisah dari layar dan butuh storage ekstra, di PC All in One, seluruh komponen pendukung seperti motherboard, RAM dan storage disatukan dan disimpan di balik panel layar.
Ini membuat PC All in One menjadi lebih minim kabel, sehingga meja kerja pun menjadi lebih rapi. Tak ada lagi visual clutter yang timbul dari kabel-kabel ruwet nan menyebalkan.
Jadi ya kurang win apa lagi coba? Ergonomisnya dapet, layarnya juga lebih oke. Tentunya pas nih, buat mengejar segala goals di tahun 2026 nanti.
Eiiitt… jangan seneng dulu. PC All-in-One juga acapkali hadir dengan masalah, yakni..
Problem Umum Dalam PC All in One

Karena seluruh komponennya disatukan dalam satu tempat, maka biasanya PC All in One itu punya upgradeability yang terbatas. Tak seperti di PC konvensional, yang kita bisa ganti part apapun yang kita mau semaunya.
Pergantian sparepart dalam PC All in One biasanya tak se-fleksibel itu. Dan ini sebenarnya wajar saja ya.
Yang jadi masalah, seringkali PC All in One di pasar Indonesia itu punya spek yang cenderung pas-pasan. Mungkin karena positioning produknya lebih diarahkan ke keperluan kantor dan rumahan dengan tugas yang ringan, sehingga seringkali spesifikasi yang disajikan cenderung standar-standar saja.
Kalau cuma untuk kerjaan ngetik atau browsing, mungkin aman ya. Tapi kalau mau dipakai untuk berbagai pekerjaan kreatif seperti design, programming bahkan video editing, saya yakin pasti nggak bakal bisa maksimal sih ya.
Beruntungnya, ASUS Indonesia paham betul dengan situasi ini. Makanya, mereka meluncurkan sebuah lini PC All in One baru yang memberi solusi untuk semua permasalahan di atas.
Sebuah PC All in One nan cantik, namun dengan spesifikasi yang sadis.
Asus Hadir Dengan V400 Series. Desain Cantik, Performa Sadis.

Saat pertama kali ASUS V400 series ini, satu hal yang ada dalam benak saya adalah, “Emang ini beneran PC ya?”. Karena dilihat dari sudut manapun, perangkat di depan mata saya ini lebih mirip seperti sebuah monitor saja. Semacam terlalu tipis untuk disebut sebuah Desktop PC.
Yang pasti, Kehadirannya di atas meja, membuat aura kesemrawutan langsung hilang sepenuhnya. Tidak ada CPU di bawah meja, tidak ada monitor terpisah dengan kabel yang ruwet. Hanya ada sebuah PC All in One dengan tampilan estetik dan menyegarkan mata.
Tapi jangan salah. Meski punya desain tipis, bentuk minimalis, dan bezelnya tampak magis. Namun spek yang ditanamkan justru amatlah bengis.

Bayangkan saja, PC setipis ini ditenagai oleh prosesor hingga Intel® Core™ i7-13620H, dan memori hingga 64 GB DDR5. Ditunjang oleh storage ekstra luas 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD, dan sistem operasi Windows 11 Home terbaru.
Ini sih, bener-bener memberi solusi menyeluruh ya. Secara estetika, dia juara. Tapi secara performa, dia juga siap untuk diajak berlari sekuat tenaga.
Dan yang membuat WOW itu gak cuma sampai disana saja. Karena apa yang ditawarkan oleh ASUS, bisa membuat kita jadi jauh lebih terkesima.
ASUS V400 AiO Series, All in One PC Terbaik

ASUS V400 Series adalah solusi workstation yang ringkas namun powerful untuk kalian yang ingin produktivitas maksimal tanpa menambah clutter di meja kerja.
Berpindah kerja dari laptop ke ASUS V400 series, adalah sebuah big movement. Saya yakin, saya akan siap untuk mengejar goals tahun depan dengan penuh semangat kala menggunakan PC All in One ini.
Desainnya sendiri kesan estetik dan modern, dengan ketebalan hanya sekitar 36,5 mm dan bezel yang jauh lebih tipis dibanding generasi sebelumnya, ASUS V400 tampil minimalis dan elegan. Tampilan ini bukan hanya membuat ruang kerja terlihat lebih bersih, tetapi juga mempertegas posisi V400 Series sebagai Most Aesthetic Workstation yang cocok ditempatkan di rumah, kantor, atau studio kreatif.

Pilihan ukuran layar yang fleksibel juga jadi daya tarik utama V400 Series. Tersedia varian 24 inci dan 27 inci, masing-masing memberikan area kerja yang lega untuk multitasking dan visualisasi konten lebih nyaman. Untuk kalian yang membutuhkan interaksi langsung, ada juga opsi layar touchscreen selain versi standar non-touch, sehingga bisa disesuaikan dengan preferensi penggunaan sehari-hari.
Layar V400 series ini nyaman untuk penggunaan sepanjang hari. Dengan panel Full HD, memberikan detail yang cukup untuk kerja produktif. Sementara sudut pandang luas 178° memastikan warna dan kontras tetap konsisten meski dilihat dari sudut yang lebih sempit.

ASUS menegaskan akurasi warna 100% sRGB dan menyertakan fitur ASUS Splendid untuk membuat warna lebih hidup dan mudah disesuaikan sesuai kebutuhan. Untuk kenyamanan mata, layar V400 Series juga membawa sertifikasi TÜV Rheinland yang membantu mengurangi kelelahan saat penggunaan jangka panjang.
Di sisi konektivitas, V400 Series amatlah mudah dan lengkap. Di belakang layarnya, sudah tersaji port yang lengkap termasuk HDMI (in & out), beberapa USB-A, USB-C, serta slot SD dan microSD. Memudahkan pemasangan monitor eksternal, transfer file kamera, atau penggunaan peripheral tanpa hub tambahan.

Konektivitas nirkabelnya juga modern, dimana V400 Series juga telah dilengkapi dukungan Wi-Fi 6E untuk kecepatan lebih tinggi dan latensi lebih rendah pada jaringan yang mendukungnya. Cocok untuk kolaborasi cloud, meeting video, atau streaming berkualitas tinggi. Semua ini membuat V400 tidak hanya aesthetic, tetapi juga praktis untuk setup kerja yang fleksibel.
Fitur Lengkap, Meja Tetap Bersih
“Percuma ah desain minimalis, kalau berbagai perangkat tambahan lainnya tetep mesti dibeli dan dihubungkan terpisah. Ujung-ujungnya banyak kabel lagi”
Weits, kata siapa?
Justru, si ASUS V400 ini berhasil menghadirkan fitur essential secara built in, yang membuatnya bisa beroperasi dengan lancar tanpa perlu colok-colok perangkat tambahan lagi.

Webcam, misalnya. Alih-alih harus beli webcam tambahan dari pihak ketiga, ASUS justru menanamkannya secara langsung dalam perangkat ini. Bentuknya pun cantik, karena menggunakan sistem retractable. Dibuka saat akan dipakai, lalu dilipat masuk saat tidak digunakan.
Saya suka banget sih ya sama sistem webcam seperti ini, karena jadi lebih tenang dan aman dari sisi privasi.

Fitur essential lain yang ditanamkan dalam ASUS V400 Series, adalah built in speaker. Dan ini bukan sembarang speaker ya. Speaker ini adalah speaker Stereo hi-fi dengan desain bass reflex, dilengkapi Dolby Atmos untuk suara lebih jernih dan efek surround. Ini membuatnya jadi cocok untuk meeting, nonton, dan hiburan keluarga.
Tak ketinggalan, berbagai fitur AI pun tentunya sudah tersaji demi membuat komunikasi jadi lebih nyaman dan terasa professional. Webcam bawaannya, itu dilengkapi dengan fitur auto lighting, background blur, eye contact dan beauty filter. Semua yang saya sebutkan itu, bisa membuat hasil kamera terlihat professional hanya dalam sekejap.
Sebagai penyempurna, ada juga AI Noise cancellation yang bisa menyaring semua suara-suara pengganggu di sekitar. Membuat suara yang diterima oleh lawan bicara kita menjadi lebih jelas, bersih dan tentunya terasa professional.
Pas banget ini kalo mau dipake buat meeting sama client.
ASUS V400 Series, AiO PC Terbaik untuk di Rumah dan Tempat Kerja

Saya menyelesaikan tulisan ini di atas meja kerja yang baru saja saya beli. Posisi duduknya lebih nyaman, dan tak banyak barang di atasnya. Bersih, dan nikmat dipandang mata. Sengaja saya siapkan meja ini, agar lebih semangat mengejar mimpi. Sekarang, tinggal menanti agar siap meminang si cantik ASUS V400 Series.
Setelah melewati berbagai ujian di tahun 2025 kemarin, saya jadi sadar bahwa kadang untuk mencapai sebuah perubahan besar, yang kita perlu lakukan justru adalah memperbaiki hal-hal yang acapkali dianggap perkara kecil.
Saat demand kerja kian meningkat, maka kenyamanan saat bekerja adalah sebuah hal yang tak bisa ditawar lagi. Kenyamanan akan menghadirkan fokus, dan fokus akan meningkatkan produktivitas.
Disinilah ASUS hadir memberikan solusi terbaiknya berupa sebuah PC All in One V400 Series, yang hadir dengan desain yang super minimalis, namun dibekali spek yang sangat mumpuni. Kehadirannya di atas meja sanggup menghilangkan seluruh clutter yang mengganggu, namun di saat bersamaan juga siap ntuk diajak melibas berbagai pekerjaan yang berat.
Sebagai seorang manusia yang senantiasa menerima berbagai pekerjaan digital, apapapun jenisnya, saya pastinya akan sangat terbantu dengan kehadiran ASUS V400 Series. Dan karenanya, akan siap untuk menyongsong semua goals di 2026.
Dengan ASUS V400 Series, saya memaknai kembali apa arti sebuah produktivitas. Karena produktif itu bukan tentang seberapa banyak waktu yang dihabiskan di depan layar. Melaikan, seberapa banyak hal yang bisa kita maksimalkan dalam setiap detik waktu yang kita lewati. Dan bersama ASUS, saya yakin semuanya akan terasa mudah..
***
Spesifikasi ASUS V400 Series
| Spesifikasi | ASUS V400 AiO – 23,8″ (V440) | ASUS V400 AiO – 27″ (V470) |
|---|---|---|
| Layar | 23,8″ FHD (1920×1080), IPS, LED Backlit, Anti-glare, 250 nits, 100% sRGB, rasio screen-to-body 93 % | 27″ FHD (1920×1080), IPS, LED Backlit, Anti-glare, 300 nits, 100% sRGB, rasio screen-to-body 93 % (Asus) |
| Touchscreen | Opsional (ada versi non-touch & touch) | Ada opsi touch screen |
| Sistem Operasi | Windows 11 Home (dan opsi Pro) | Windows 11 Home (dan opsi Pro) |
| Processor (CPU) | Intel® Core™ i3 / i5-13420H / i7-13620H (beberapa varian SKU) | Intel® Core™ i5-13420H / i7-13620H (pilihan SKU) |
| Graphics (GPU) | Intel® UHD Graphics | Intel® UHD Graphics |
| Memory (RAM) | 8 GB / 16 GB / 32 GB DDR5 SO-DIMM, up to 32 GB | 16 GB DDR5 SO-DIMM (up to 32 GB) |
| Storage | 256 GB / 512 GB / 1 TB / Dual SSD (pilihan SKU, M.2 NVMe PCIe® 4.0) | 256 GB / 512 GB / 1 TB / Dual SSD (pilihan SKU, M.2 NVMe PCIe® 4.0) |
| Kamera | 1080p FHD camera dengan IR (Windows Hello) | 1080p FHD camera dengan IR (Windows Hello) |
| Audio | Built-in speakers + array microphone | Built-in speakers + array microphone |
| Wireless & Network | Wi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.x | Wi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.4 |
| I/O – Side | 1× Kensington lock, 1× 3.5 mm combo audio, 1× USB 2.0 Type-A | 1× Kensington lock, 1× 3.5 mm combo audio, 1× USB 2.0 Type-A |
| I/O – Rear | 1× DC-in, 1× RJ45 Ethernet, 1× HDMI out 1.4, 3× USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1× USB 3.2 Gen 1 Type-C, 1× HDMI in 1.4 | 1× DC-in, 1× RJ45 Ethernet, 1× HDMI out 1.4, 3× USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1× USB 3.2 Gen 1 Type-C, 1× HDMI in 1.4 |
| Dimensi (W×D×H) | ≈54.1 × 41.6 × 17–210 mm; ± 6.9 kg (Tech Edition) | ≈61.3 × 44.7 × 17–210 mm; ± 9.0 kg (Tech Edition) |
| Rasio Screen-to-Body | 93 % | 93 % |
| Brightness | 250 nits | 300 nits |
| Color Gamut | 100% sRGB | 100% sRGB |
| Harga acuan (ID) | ± Rp 11 jutaan | ± Rp 14 jutaan |
| Link Pembelian | Website Resmi ASUS | Website Resmi ASUS |
| Garansi | – Garansi resmi ASUS 2 tahun on site – Opsi Accidental Damage Protection – Teknisi bisa datang ke lokasi atau servis di ASUS Service Center |
|
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien.


Beh ini sih solusi, keren sih 🔥
Nice info thanks mas bro
Ukuran dimensi layar emang sering bikin aku agak terganggu. Rasanya selalu kurang lebar gitu lho. Kalau layarnya sampai 24 atau 27 inchi sih berasa puas mata memandang kerjaan yang ada di layar. Mantap banget.
Bener banget sih, sebagai orang yang kerjanya desain dan editing video, layar itu ngaruh. Ukuran layar laptop terbatas. Bikin kerja jadi kebanyakan tutup ini itu, nganu jadi ngabisin waktu nggak efektif. Setelah itu yang ada malahan kecapean karena kelamaan duduk.
Belum lagi, meja kerja semrawut pisan alamak. Beneran komplit sudah masalah penghianat karir ini.
Untungnya, ASUS beneran riset mendalam terkait kebutuhan calon user nya ya. Sehingga saat launching produk all out banget. Lahirlah ASUS AiO PC V400 Series, secara desain cakep banget, elegan, pas tau spek detail aduhai gahar banget, powerfull, bisa diandalkan sekali ini sih.
Bismillah yaakk, semoga segala goals di tahun 2026 bisa terwujud satu persatu dan semoga konsistensi nya tetap terjaga. Semangat, semakin menyala dan kaya raya, aamiin.
Aku udh bayangin harganya bakal 20 jutaan. Tp pas lihat, acuannya kurleb 11 juta 😍😍😍😍????? Kok aku JD pengeeeen iniiiiiii 😄😄🤩🤩🤩🤩.
Bener sih mas, kerja dengan meja berantakan itu jujur ganggu banget. Fokus bisa kacau. Kdg semangat kerja jadi menurun. Aku pun LBH suka workstation yg rapi, hanya ada barang2 yg aku butuhin aja. Baru deh bisa konsen.
Layar lebar juga ngaruh. Apalagi mata minus begini 😅😅. Berasa puas aja kalau layarnya besar dan jernih kan.
Fix, aku pengeeen PC ini. Anak2 juga udah mulai gede. Dan mereka pasti butuh PC nantinya utk ngerjain tugas2 sekolah
Ini PC All in one ASUS v400 memang keren sekali ya Mas. Benar- bener Tidak hanya membantu bekerja. Tapi juga mengatasi masalah saat menggunakan PC berukuran besar ya Mas. Termasuk masalah ukuran PC dan perintilan kabel yang memenuhi meja kerja.
PC All in One ASUS V400 ini sudah, tipis, ramping, layar HD dan segala kelebihan lainnya termasuk mendukung entertaining. Pakai PC ini ini sih. Otomatis semangat ngeblog semakin tambah terus hehehe.
Naah…dengan ASUS all in one PC dijamin deh meja kerja jadi rapi dan tidak berantakan. Gak ada tuh kabel² serabutan yang menghubungkan PC dan layar. Mantep deh ASUS AiO PC V400 series…
Meja berantakan tuh salah satu masalah siapapun ya mas. Aku pun juga paling sering kejadian meja berantakan, mana meja kerjaku juga nggak luas jadi kalau naruh barang juga kudu minim banget. 🥹
Dulu pengen cari PC cuma kalau PC juga makan tempat rumah sama layarnya. Bingung lagi. Lah, kok Asus V400 ini nawarin solusi di antaranya ya. Kan jadi mupenggg banget. Harganya juga di bawah 20jeti. Kan jadi mau banget.. 😍😍
Mauu dong punya PC ASUS v400 series ini, buat Saladin belajar di rumah. Speknya bagus dan sudah ada Windos 11 original. Layarnya yang gede sekalian biar lega dan bikin mata nyaman.
Clean
Kata utama alasan dibalik perlunya menghadirkan si cantik asus V400 ini. Logikaku langsung bergembira dan berteriak. Si Fajar ini cerdas sekali membawa arah kebutuhan yang bisa mempertemukan kekuatan si all in one.
Rapi, cerdas dan gesit.
Jika aku boleh mengambil tiga kata itu ketika membaca detail semua tentang V400. Ibaratnya seorang gadis molek, asus type ini, tak banyak asesoris, make up tetapi terlihat jelas kecantikan dan kecerdasannya. Dan semua mengarah pada kata utama, Clean.
Aduh Jar, aku teracun nih kebayangin punya V400. Selain buat kerja, bisa juga untuk hal lainnya juga ha ha ha all in one bener ga tuh.
Kalau komputer punya layar besar memang bikin mantap buat kerja. Apalagi yang urusannya tuh detail kayak lagi ngedit video, input data ke spreadsheet, biar mata gak cepet silinder hihi.
Nah, Asus v400 ini bisa dah jadi sohibnya para pekerja, apapun kerjaannya, karena bikin meja kerja lebih rapi gak riweh sama dokumen terserak
KEREN bingit, aslik cakep nih PC duh ku jatuh cinta ASus V400 series ini, lengkap pula dengan web cam yang bisa muncul gitu.
Layarnya lega banget ya, meja pun juga jadi lega nih, slim banget tuh PC, ga banyak kabel seliweran juga yang membuat mata sepet
ah kren bangeut ih a fajar ,membuka mata dan caraa pandanngku hehee . Asus v400 AiO itu beneran solusi yaa , bukan soal kece aja ya tapi ini menjawab apa yang dbutuhkan. dari spesifikasinya, desainya all about pokonya , aku juga ingin uy ada workstation kaya Aus V400 nongkrong dirumah
Kemarin kemarin pas lagi anakku belajar online tangannya gak bisa diem, nyangkut kabel monitor atau apalah lalu numpahin gelas >.<
Kebayang kalau monitornya udah pake ASUS V400 kan no worry soal drama perkabelan lagi
Dgn ASUS AiO V400 ini, hidup makin efektif dan efisien ya mas Fajar. Kita bs lbh tenang mengerjakan kerjaan berat, seakan sat set. Kerjaan mkn ga ribet. Urusan edit mengedit tulisan hingga video mkn cepet. Kerjaan kelar sampe bs juarain lomba. Emg panutan bener nih mas Fajar buat bikin rencana dan eksekusi kerjaan. Jd bs kelar, bahkan sblm deadline. Ujungnya bs dpt cuan lbh deh. Sungguh pencapaian luar biasa di thn 2025 lalu. Dan smg terus lancar di tahun 2026 ini ya mas.
Keren banget ya PC All In One ini. Kayanya emang solusi untuk tempat kerja yang rapi dan layar yang besar. Apalagi desainnya cakep banget, minimalis. Cocok dengan desain rumah-rumah masa kini yang cenderung clean. Ah suka pokoknya.
Baca spesifikasinya makin jatuh cinta. Aplagi setelah baca harganya hanya belasan juta. Kupikir bakal menyentuh angka puluhan juta. Mantap lha pokoknya.
Kalau meja kerja rapi tu emang bisa memberikan mood yang lebih baik buat menjaga produktivitas sih yaa.
Masalahnya kadang kalau ruangnya kecil, mejanya ngikut kecil juga, auto semua diamprokin ke situ. Ditambah kalau gadget yang dipakai juga bikin nggak leluasa.
Makanya seandainya di rumah atau di kantor pakai PC memang sebaiknya pakai ASUS ViO PC V400 ini ya yang body-nya slim dan nggak bikin meja kerja penuh.
Fitur2nya yang canggih dan mumpuni juga membantu meningkatkan kinerja sekali kyknya nih 😀
Aku suka layarnya yang besar dan eye level soalnya baik buat kesehatan juga ya.
Btw semoga resolusi tahun barunya tercapai semua ya mas.
Haduuh, iya laggii, mas Fajar.
Aku baru-baru ini merapikan meja kerja.. tapi gak lamaa, uda tarraa messy again!
Ini terbukti kalau rumah lagi ada anak-anak liburan.
Wkwkkw.. yasudahlah yaa… nanti butuh di re-desain lagi biar tetap nyaman.
Siapa tauu ada penghuni baruu yaah.. si ASUS V400 Series.
Amiin.
Lengkap dan pastinya bisa jadi pemenang
Semoga resolusinya berjalan ya dengan goals 2026 makin di tangan
Saya juga berharap bisa nulis sehebat ini 2026 ini
Jika masih tidak nyaman dibaca setidaknya aku bisa ikut menuangkan isi kepala
Semangat, Mas
Terpukau baca artikelmu yang informatif dan enak dibaca pantas saja jadi juara yaa jadi pengen punya komputer PC untuk kerja lebih maksimal dan sehat..
Relate banget sih ini, dari soal fokus buyar, badan pegal, kerja lama tapi rasanya nggak maksimal, itu tuh masalah klasik yang sering dianggap sepele. Jujurly, bagian soal kerja kreatif apalagi edit konten pakai layar kecil itu ngena ke aku😅 rasanya capek duluan sebelum kerjaan kelar deh hahaha. ASUS V400 ini bisa jadi jawaban buat yang pengen meja rapi tapi tetap butuh performa bagus ya.
ASUS V400 terlihat pas buat meja kerja yang ingin rapi tanpa ribet kabel dan CPU besar. Layar lebar dan spesifikasinya juga cukup mendukung kerja harian sampai hiburan ringan tanpa terasa berat. BTW, untuk harga segitu dengan krisis RAM saat ini, sudah sangat worth it banget. Semoga juga berita bahwa ASUS ingin merambah ke dunia RAM benar ya.
Selamat mas bro
Keren banget artikelnya, mas! Layak jadi Juara 1, sekali lagi selamaaattt. Aku nggak kepikiran lho mengaitkan USP ASUS V400 AiO ini dengan riset, cakep ide dan infografisnya. Harus banyak belajar dari mas Fajar.